Sucofindo Mitra dari Kaltim Aviation Holding

Kamis, 11 Agustus 2011 | 08:27


Persiapan operasional penerbangan perdana Kaltim Airlines yang direncanakan pada 17 Agustus mendatang berjalan sesuai rencana.Direktur Utama PT Survai Udara Penas Robby E. Welmi mengatakan hasil rapat koordinasi antarpihak terkait yang dilakukan hari ini memberikan pandangan bahwa penerbangan perdana itu bisa dilakukan.

“[Penerbangan perdana] akan sesuai jadwal, yakni pada 17 Agustus 2011,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Sebagai salah satu operator yang bertanggung jawab atas operasional pesawat, pihaknya hanya tinggal menunggu hari penerbangan perdana seperti yang telah disepakati.

Pada penerbangan awal ini, Penas akan menerbangkan pesawat jenis BAe 146-72 berkapasitas 72 penumpang yang akan melayani rute Jakarta – Berau – Tarakan. Robby mengatakan rencananya pesawat tersebut akan terbang 3 hari dalam seminggu.

Direktur Utama Kaltim Aviation Marthin Billa mengatakan persiapan yang dilakukan pihaknya selama ini sudah berjalan dalam koridor yang benar.

“Sudah sesuai yang diharapkan sehingga bisa segera direalisasikan penerbangan perdana tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah bekerja sama dengan PT Survai Udara Penas dan PT Prime Air dalam pengoperasian pesawat tersebut.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak kemarin menyatakan akan ada tiga armada pesawat yang akan melayani penerbangan dengan menggunakan Kaltim Airlines.

“Satu pesawat berkapasitas 72 penumpang serta dua pesawat jenis Grand Carravan yang akan menandai beroperasinya Kaltim Airlines,” ujarnya.

Awang menjelaskan pesawat jenis Grand Carravan tersebut akan melayani penerbangan menuju daerah pedalaman di Kaltim. Dia mengharapkan dengan adanya ‘jembatan udara’ tersebut, pemerataan pembangunan bisa terjadi.

Setelah melayani penerbangan antardaerah di Kaltim, rencananya Kaltim Airlines bakal memperluas jangkauan penerbangan hingga ke seluruh daerah di Kalimantan. Selanjutnya, ekspansi akan dilakukan dengan membuka penerbangan ke Malaysia seperti Serawak dan Sabah.

“Daerah seperti Serawak dan sabah tersebut merupakan kantong TKI. Selama ini TKI harus menempuh perjalanan yang lama untuk menuju Kalimantan,” ujar Awang.

Pengelola Kaltim Airlines adalah Kaltim Aviation Holding yang bekerja sama dengan beberapa mitra seperti PT Sucofindo, PT Survai Udara Penas, PT Prime Air, dan PT Gapura Angkasa.(er)

Oleh Rachmad Subiyanto
Sumber Berita : http://www.bisnis.com