Laporan Surveyor PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia, Volume Ekspor Timah Juli Sebesar 9.265,72 ton

Kamis, 11 Agustus 2011 | 08:08


Penurunan volume tersebut diperkirakan karena eksportir menahan ekspor komoditas tersebut di tengah harga timah yang cenderung turun.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan yang bersumber dari Laporan Surveyor PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia, volume ekspor timah pada Juli sebesar 9.265,72 ton. Pada bulan sebelumnya, volume ekspor menembus  10.875,25 ton.

“Harga sedang turun. Ada kabar China melepas buffer stocknya sehingga memengaruhi harga internasional,” ujar Kasubdit EksporProduk Pertambangan dan Industri Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Toto Rusbianto, hari ini.

Adapun harga timah di pasaran internasional saat ini sekitar US$22.500 per ton.

Toto menambahkan penurunan volume tersebut juga berdampak pada penurunan nilai ekspor. Nilai pengapalan timah batangan selama Juli merosot tipis 4,5% menjadi US$222,07 juta. Pada Juni, nilai ekspor timah sempat mencapai US$268,7 juta.

Dia mengatakan sepanjang Juli tersebut, penurunan kinerja ekspor timah lebih dipengaruhi oleh penurunan volume. Pasalnya, penurunan dari segi volume jauh lebih tinggi dibandingkan penurunan nilai ekspornya. “Jadi harganya masih relatif cukup baik.”

Sepanjang Juli, menurut Toto, ekspor timah dilakukan ke 13 negara. Ekspor terbesar ditujukan ke Singapura dengan volume ekspor mencapai 7.755,9 ton atau sekitar 83,7% dari total volume ekspor.

Toto mengatakan dari 35 eksportir terdaftar (ET) Timah Batangan, hanya sekitar 20-an ET yang melakukan ekspor.  (faa)

Oleh Maria Y. Benyamin
Sumber Berita : http://www.bisnis.com