Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Proyek e-KTP

Rabu, 10 Agustus 2011 | 08:21


Pengadaan KTP elektronik (e-KTP) yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) rupanya menuai masalah. Polisi mencurigai adanya tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek tersebut.Guna menindaklanjuti laporan salah sebuah LSM terkait tudingan korupsi, Reskrimsus Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan kasus tersebut. Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombespol Sufyan Syarif mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dari proyek Rp 5,8 triliun itu.

”Masih dalam penyelidikan. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, mulai dari penyelidikan hingga penyidikan. Sudah ada beberapa saksi yang kami periksa namun belum ada tersangkanya,” terangnya.

Seperti diketahui, pada awal Mei lalu tiga konsorsium dinyatakan lolos prakualifikasi tender e-KTP. Pertama, konsorsium yang dinyatakan lolos adalah Konsorsium PNRI yang terdiri dari Perum PNRI, PT Sucofindo (Persero), PT Sandhipala Arthapura, PT Len Industri (Persero), PT Quadra Solution).

Konsorsium kedua adalah Mega Global Jaya Grafia Cipta yang terdiri dari PT Mega Guna Ganda Semesta, PT Global Teknologi Media Integrasi, PT Cipta Srigati Lestari, PT Mecosuprin Grafia, PT Sairi Jaya Utama). Sedangkan konsorsium ketiga adalah PT Astra Graphia yang terdiri dari PT Astra Graphia, PT Trisakti Mustika, PT Sumber Cakung dan PT Kwasa Hexagon. Namun akhirnya, konsorsium yang dinyatakan menang lelang e-KTP adalah konsrosium PNRI.(ind)

Sumber Berita : http://www.jpnn.com