PT Sucofindo akan melakukan supervisi standar minimal mutu pelayanan

Senin, 08 Agustus 2011 | 08:11


Pemprov Kaltim terus mematangkan persiapan jelang penerbangan perdana Kaltim Air 17 Agustus nanti. Tiga jenis pesawat akan dioperasikan diantaranya satu berjenis BAe 146-72 dan dua pesawat jenis Grand Carravan.Dan untuk pemantapan, PT Kaltim Avation Holding (KAH) menggandeng beberapa mitra, diantaranya PT Sucofindo, PT Survei Udara Penas, PT Prime Air, dan PT Gapura Angkasa serta bermitra dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKMK Kaltim (Disperindagkop) dan Hotel Blue Sky (Bahana Surya).

Seluruh mitra ini telah dipercaya untuk menghandle tugas masing-masing. Demikian dikatakan Direktur Utama PT KAH Martin Billa, dua hari lalu.

"PT Sucofindo akan melakukan supervisi standar minimal mutu pelayanan. Karena mutu  pelayanan setidaknya harus bersifat konstan dan harus terus ditingkatkan. Selain itu, PT Sucofindo juga akan mensuplai secara berkesinambungan manajemennya," jelasnya.

Ia menerangkan, untuk penanganan Air Operator Certificate (AOC) akan dipercayakan pada  PT Survei Udara Penas (BAe 146-72) dan PT Gapura Angkasa dan PT Prime Air (Grand Carravan). Dan Disperindagkop Kaltim dipercayakan untuk penyediaan cenderamata bagi penumpang pesawat. Sedangkan Hotel Blue Sky dipercayakan untuk penyediaan makanan.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, tiga pesawat yang akan memperkuat armada Kaltim Airlines terdiri dari satu pesawat jet jenis BAe 146-72 empat mesin kapasitas 72 penumpang dan dua pesawat jenis Grand Carravan dengan kapasitas 12 penumpang. BAe 146-72 akan melayani rute Jakarta - Berau - Tarakan (pulang  pergi) dan  akan terbang 3 hari dalam seminggu.

"Dalam jangka panjang Kaltim Airlines juga diharapkan menjadi perusahaan penerbangan yang melayani jasa penerbangan intra Kalimantan/Borneo dengan rute Balikpapan - Banjarmasin - Palangkaraya -

Pontianak. Sementara dua Grand Carravan disiapkan untuk melayani rute penerbangan utama yang menjadi latar belakang pendirian Kaltim Airlines sebagai jembatan udara masyarakat perbatasan dan pedalaman," jelas Martin lagi. (rm-4)

Sumber Berita : http://www.sapos.co.id