Produsen furnitur minta SKAU diperketat

Senin, 08 Agustus 2011 | 08:09


Asosiasi produsen furnitur minta pemerintah memperketat pengawasan atas asal produk impor yang dijual di Indonesia terkait kontroversi penjualan mebel impor di China yang melibatkan salah satu peritel mebel internasional.Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahjono mengimbau badan bea cukai melakukan verifikasi atas asal produk furnitur yang dijual di Tanah Air, terutama yang diklaim berasal dari Eropa.

“Untuk melindungi konsumen sebaiknya pengawasan atas SKAU (surat keterangan asal usul) diperketat. Kalau perlu harus ada sertifikat yang menyatakan dimana barang tersebut diproduksi,” ucapnya, hari ini.

Bulan lalu, kantor berita China ‘Xinhua’ memberitakan sebagian pasokan furnitur yang dipasarkan sebagai barang impor oleh peritel furnitur premium DaVinci di China sebetulnya diproduksi di negara tersebut. Badan Bea Cukai China menyatakan 11 kontainer mebel yang diimpor perusahaan asal Singapura itu melalui Shanghai sepanjang paruh pertama 2011, merupakan barang produksi dua perusahaan domestik di Propinsi Zhejiang, China.

Pemegang lisensi DaVinci di Indonesia PT Kreatif Harbour, ketika dihubungi bisnis hari ini, belum bersedia memberikan komentar atas kontroversi di China tersebut.

Ambar mengatakan jika praktik serupa juga terjadi di Indonesia, menimbulkan persaingan yang tidak sehat di pasar mebel domestik.

“Apalagi setelah CAFTA (perjanjian perdagangan bebas Asean – China, saya minta pemerintah campur tangan agar kompetisi memperebutkan pasar Indonesia tetap sehat,” katanya.

Dia berharap konsumen juga lebih bijaksana dalam memilih mebel, khususnya yang dijual dengan ‘embel-embel’ produksi Eropa dengan harga lima kali lipat harga mebel produksi Indonesia.

“Barang produksi Eropa biasanya menggunakan kayu utuh (solid wood) sementara produksi China menggunakan ‘particle woods’. Saya menemui beberapa barang China di pasar yang dijual hingga lima kali harga produksi Indonesia dengan menjual nama Italia,” ucap Ambar.


Oleh JIBI
Sumber Berita : http://www.bisnis-kti.com