Sucofindo Mempunyai Laboratorium Coking Coal

Kamis, 04 Agustus 2011 | 11:23


Dalam rangka menjawab kebutuhan uji laboratorium untuk coking coal di dalam negeri, PT SUCOFINDO (Persero) Selasa (21/6) meresmikan laboratorium coking coal pertama di Indonesia yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur.Coking coal, atau yang biasa disebut batubara metalurgi, merupakan jenis batubara yang dapat dipergunakan untuk memproduksi kokas sebagai reduktor dalam produksi besi dan baja. Dengan jumlah produksi baja mentah global pada kuartal pertama tahun 2011 yang mencapai 372 juta ton, atau meningkat 8,8 persen dibandingkan tahun 2010 pada kuartal yang sama, telah mengakibatkan kebutuhan global terhadap coking coal yang terus bertambah. Akibatnya permintaan ekspor coking coal dari dalam negeri juga terus meningkat. Selain India, Cina diketahui memproduksi 47 persen dari total produksi baja mentah yang secara global merupakan potensi pasar coking coal tertinggi,. Sementara itu, menurut World Coal Institute, negara pemasok coking coal adalah Australia dengan produksi sebesar 11% dari pemenuhan kebutuhan permintaan dari Cina atau menguasai pangsa pasar sebesar 55%. Asia sendiri diketahui memasok 65 persen dari total pasokan coking coal dunia.

Saat ini kebanyakan uji analisis batubara metalurgi (coking coal) dilaksanakan pada laboratorium di Australia dan Cina, sehingga dengan adanya laboratorium Sucofindo di Balikpapan diharapkan dapat mendekatkan jarak dan juga menghemat biaya untuk uji analisis coking coal yang dibutuhkan pengusaha. “Kami membangun laboratorium ini untuk membantu pengusaha dalam mendapatkan hasil analisis laboratorium yang akurat dengan menghemat waktu dan biaya. Perusahaan juga mendapat kemudahan untuk memperoleh hasil uji analisis laboratorium dengan cepat,” ujar Arief Safari Direktur Utama Sucofindo.

Laboratorium coking coal yang berlokasi di Balikpapan, dibangun Sucofindo sejak pertengahan tahun 2009 di atas lahan seluas 100 meter persegi dengan biaya Rp 5 milyar. Laboratorium yang dibangun dilengkapi dengan peralatan untuk preparasi dan analisis seperti Jaw Crusher, RSD, Hammer Mill, Raymond Mill, Big Oven, Grinder, Vacum Impregnation Eq., Geisler Plastometer, Automatic Potentiometric Titrator, CSN, Caloriemeter Bom, Microscop Polaristion, Memmet Oven & Furnace. Adapun parameter uji yang digunakan adalah kapasitas uji, maceral petrography under microscope examination, vitrinit reflactan max/minimum, fluidity/plasticity by gieselerplastometer, crucible swelling number, TM proximity analysis, TS & P.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Sucofindo juga meresmikan beroperasinya laboratorium uji lingkungan untuk pengujian kualitas air, kualitas udara dan pengujian kebisingan. “Sucofindo merencanakan untuk terus mengembangkan bisnis dan jasa yang dimilikinya. Saat ini kami sedang mempersiapkan jasa di sektor hulu. Target ke depan, kami akan mengembangkan bisnis secara terintegrasi dari eksplorasi di hulu hingga eksploitasi di hilir,” tegas Arief.

“Pada tahapan eksplorasi, Sucofindo membantu konsumen melakukan survey untuk memastikan berapa kandungan potensi yang ada di dalam suatu lokasi. Selanjutnya, kami juga menawarkan studi kelayakan untuk tahapan eksploitasi. Bahkan jika ada (calon) pelanggan yang hendak menjual atau membeli suatu tambang, yang bersangkutan dapat menggunakan jasa Sucofindo untuk mengetahui potensi dan mutu tambang yang akan dijual atau dibeli,“ genap Arief. [ ]