Kebijakan Australia bisa hambat CPO RI

Selasa, 02 Agustus 2011 | 08:35


Rencana penerapan UU Food Labelling semua makanan yang mengandung CPO di Australia dikhawatirkan akan menghambat ekspor minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia ke negara itu.Ketua Harian Komisi Minyak Sawit Indonesia (KMSI) Rosdiana Suharto meminta pemerintah memperhatikan rencana Australia terkait pembahasan RUU tersebut yang sedang dibahas oleh parlemen Australia. Menurut dia, jika RUU tersebut disepakati dan berlaku, maka dikhawatirkan kebijakan yang sama akan diikuti oleh negara lain. "Jika undang-undang itu berlaku yang kemungkinan hanya di beberapa provinsi di Australia yang memberlakukan, tetapi akan berdampak besar, karena beberapa negara juga akan melakukan hal yang sama," ujarnya kepada wartawan, akhir pekan. Menurut Rosdiana, pemberlakuan UU itu akan mengancam ekspor CPO Indonesia ke Negeri Kanguru itu, sehingga pasokan sawit ke negara itu akan turun dan pasar yang kosong tersebut dapat diisi oleh negara lain. Selama ini, Indonesia memasok 20% dari total kebutuhan Australia, sedangkan 80% dipasok dari Malaysia. Food labelling tersebut, jelasnya, harus mencantumkan CPO yang digunakan harus bersertifikasi dan berasal dari sumber yang berkelanjutan. Dia memaparkan saat ini RUU tersebut sedang diperdebatkan di Community Affair Legislation Committee dan Food Standard Australia dan Selandia Baru. (tw) Oleh Sepudin Zuhri Sumber Berita : http://www.bisnis.com/industri/agroindustri/33419-kebijakan-australia-bisa-hambat-cpo-ri