Beras Vietnam mulai masuk Indonesia

Jumat, 29 Juli 2011 | 07:17


Beras impor dari Vietnam mulai masuk ke Tanah Air pada Agustus dan diperkirakan akan menekan harga beras di pasaran.“Bulan depan sudah masuk. Kita harapkan ini akan memengaruhi harga beras di dalam negeri,” kata Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di sela-sela kunjungan ke Pasar Jatinegara, hari ini.

Sutarto mengakui kenaikan harga beras di pasaran cukup tinggi. Namun, lanjutnya, kenaikan harga beras tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Pasalnya, masih ada panen di beberapa daerah hingga Agustus mendatang.

Di sisi lain, stok Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama lima bulan ke depan. “Selain itu, sudah ada impor 1,6 juta ton,” katanya.

Seperti diketahui, Bulog sudah mengadakan kesepakatan dengan Vietnam terkait impor 500.000 ton beras. Menurut Sutarto, meski telah diputuskan impor sebesar 1,6 juta ton, pasokan impor tetap harus bergantung pada pengadaan dalam negeri.

Jika pengadaan dalam negeri dan impor 500.000 ton memenuhi target stok sampai akhir tahun sebesar 2 juta ton, impor yang telah diputuskan sebesar 1,6 juta ton itu dipastikan tidak akan terealisasi semuanya.

Saat ini pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog sebesar 1,35 juta ton. Jika Bulog dapat menyerap beras hasil Gerakan Peningkatan Produktivitas Pangan Berbasis Korporasi (GP3K), Sutarto optimistis impor 500.000 ton tersebut sudah cukup.

Sementara itu, Operasi Pasar (OP) Beras yang telah digencarkan Bulog sejak tiga minggu dinilai telah berdampak pada harga beras di pasaran. Harga beras saat ini, menurut Sutarto, meski masih tinggi tetapi berhasil ditahan kenaikannya.

Dia berharap OP tersebut terus diperluas ke berbagai daerah. Pemerintah Daerah di masing-masing wilayah, lanjutnya, harus aktif mengamati perkembangan harga beras di wilayahnya, sehingga ketika harga beras bergerak tidak wajar, Bulog siap menggelontorkan stok berasnya.

“Tidak harus instruksi dari atas. Prinsipnya kalau tidak ada OP, harga terus naik. Dengan OP, kenaikan harga bisa ditahan.”

Secara nasional, beras yang telah digelontorkan Bulog melalui OP mencapai 185.000 ton. OP tersebut tersebar di lima wilayah, yaitu Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Timur, Maluku dan Papua.

Sutarto juga menegaskan Bulog tidak membatasi OP mengingat pemerintah telah memberikan kewenangan kepada Bulog untuk mengimpor, jika stok Bulog dari pengadaan dalam negeri kurang. (Bisnis/Maria Y. Benyamin/Dot)


Sumber Berita : http://www.bisnis-jateng.com/