Per Oktober, semua importir ternak wajib terdaftar

Senin, 25 Juli 2011 | 13:18


Seluruh importir hewan atau ternak, produk hewan segar, dan produk hewan olahan wajib teregistrasi di Kementerian Perdagangan sebagai Importir Terdaftar (IT) hewan dan produk hewan sebelum 1 Oktober.Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan pengaturan impor dan ekspor hewan dan produk hewan yang baru menetapkan untuk dapat mengimpor hewan, produk ternak, dan olahannya, importir harus terdaftar sebagai IT.

Pengaturan IT tersebut sejalan dengan peralihan wewenang impor ternak dari Kementerian Pertanian ke Kementerian Perdagangan. Ketentuan ini akan diberlakukan mulai 1 Oktober.

“Jadi importir harus daftar ulang untuk memperoleh IT sebelum diberlakukan,” kata Deddy, pekan lalu.

Menurut Deddy, ketentuan IT tersebut hanya berlaku untuk produk impor yang dialokasikan di antaranya sapi bakalan.

Adapun untuk impor bibit atau benih, meskipun impornya dibatasi, tidak memerlukan IT tetapi tetap berdasarkan rekomendasi dan izin impor.

“Kalau tidak alokasi, tidak perlu izin impor dan rekomendasi tetapi tetap harus tunduk pada rezim karantina, jadi keamanan dan kesehatannya tetap harus ada,” jelasnya.

Deddy mengatakan aturan tersebut tengah difinalisasi dan dalam waktu dekat akan segera dikeluarkan. Saat ini, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tengah menyamakan daftar hewan dan produk hewan yang tercakup dalam aturan ini sehingga tidak membingungkan pelaku usaha.

Terkait penetapan surveyor dalam importasi sapi, Deddy mengatakan pemerintah tetap akan melibatkan surveyor guna melakukan verifikasi di pelabuhan muat untuk memastikan berat, jenis, dan volume sapi yang diimpor sesuai dengan izin yang dikeluarkan.

Dia mengakui pengusaha memang agak berkebaratan atas kebijakan tersebut karena biaya yang harus dikeluarkan.

“Ini masalah security atau keamanan dari importasi bukan masalah kesehatan saja. Kami melihat bahwa ini yang paling efektif untuk sementara ini,” kata Deddy.

Untuk masalah biaya, lanjutnya, pemerintah akan berupaya untuk menekan biaya verifikasi sehingga tidak terlalu membebankan importir. “Tapi selalu ada biaya untuk masalah keamanan. Pihak luar juga begitu kan ada masalah biaya.”  (faa)

Oleh Maria Y. Benyamin
Sumber Berita : http://www.bisnis.com