Pelayanan e-KTP Terkendala Daya Listrik Belum Memadai

Jumat, 15 Juli 2011 | 13:14


Proses pembuatan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP untuk mengganti KTP model lama warga Kab. Sumedang yang akan dimulai tanggal 1 Agustus mendatang, masih dihadapkan pada sejumlah kendala. Di antaranya, kemampuan daya listrik terpasang di seluruh kantor kecamatan yang akan melayani pembuatan e-KTP hingga saat ini belum ada yang memenuhi kebutuhan daya listrik perangkat proses pembuatan KTP baru tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Sumedang H. Dady Muhtadi, menyebutkan jumlah penduduk Sumedang wajib KTP terdata mencapai lebih dari 890 ribu orang. "Dalam program pemberlakuan e-KTP di Sumedang, wajib KTP sebanyak itu ditargetkan harus selesai kami layani (memiliki e-KTP) dalam seratus hari kerja mulai Agustus 2011," ujar Dady, usai memberikan pengarahan kepada puluhan calon tenaga operor tambahan proses pembuatan e-KTP di kantor dinasnya itu, Kamis (14/7).

Proses tersebut akan dilayani di 26 kecamatan yang ada di Kab. Sumedang didukung perangkat keras dan perangkat lunak, serta jaringan komunikasi data bantuan dari pemerintah pusat. Dady menjelaskan, berdasarkan penjelasan teknis, pengoperasian perangkat atau alat proses pembuatan e-KTP di masing-masing kantor kecamatan itu membutuhkan daya listrik minimal 1.500 KWH.

Sementara, daya listrik terpasang di seluruh kantor kecamatan di Sumedang, sampai sekarang belum ada yang memenuhi kebutuhan daya sebesar itu. "Menyikapi kendala tersebut, kami sudah mengajukan solusi ditangani dengan pemasangan mesin generator set listrik (genset). Namun anggaran yang dialokasikan dalam APBD Sumedang untuk mendukung pelaksanaan e-KTP tidak memadai, termasuk untuk pengadaan genset tersebut," ujarnya, lalu mengungkapkan untuk mendukung program tersebut pihaknya mengajukan anggaran Rp 1,7 miliar, tetapi yang terealisasi hanya Rp 750 juta.

Di samping itu, ujar Dady menambahkan, untuk melaksanakan kegiatan tersebut pihaknya juga saat ini masih dihadapkan pada kendala kekurangan tenaga teknis atau tenaga operator pelayanan. Untuk memecahklan kendala kekurangan sumber daya manusia (SDM) itu, Dinas Kependudukan bekerjasama dengan kecamatan-kecamatan sekarang sedang berupaya mencari tenaga tambahan dari karyawan di kantor-kantor kecamatan.

"Tenaga tambahan itu, khusus untuk membantu dalam 100 hari kerja proses pelayanan pembuatan e-KTP di kecamatan-kecamatan. Dan, sebelumnya mereka akan diberi dulu pelatihan oleh pihak ketiga," kata Dady.

Kendati tidak sampai menyatakan pesimistis, Dady menyebutkan, kendala-kendala itu bisa menjadi penghambat dalam mengejar target tersebut tadi. Dady menambahkan, untuk mencari solusi pemecahan kendala-kendala tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Sumedang, H. Atje Arifin Abdullah, telah menjadwalkan pada Senin (18/7) pekan depan akan menggelar pertemuan membahas penanganan pelaksanaan program tersebut bersama pihaknya dan para camat se-Kab. Sumedang.(A-91/A-147)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/151943