Surveyor akan dilibatkan dalam importasi sapi

Rabu, 13 Juli 2011 | 10:13


Surveyor akan dilibatkan dalam importasi sapi guna melakukan verifikasi di pelabuhan muat untuk memastikan berat, jenis, dan volume sapi yang diimpor sesuai dengan izin yang dikeluarkan.Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan opsi pengawasan itu akan ditempuh jika Indonesia tidak berhasil melobi Australia untuk mengakses data melalui sistem Radio Frequency Identification Device (RFID) yang diterapkan Australia.

“Kalau Australia tidak mau, kita akan melakukan sendiri. Kita akan tunjuk surveyor untuk verifikasi di pelabuhan muat,” kata Deddy di sela-sela Public Hearing Pengaturan Impor dan Ekspor Hewan dan Produk Hewan, hari ini.

Deddy mengungkapkan dalam rangka fungsi monitoring dan pengawasan, Indonesia sebetulnya dapat memanfaatkan sistem yang digunakan oleh negara pengekspor sapi.

Australia adalah salah satu negara pengekspor sapi yang menerapkan sistem RFID dengan memasang alat deteksi pada sapi.

Menurut Deddy, data hasil pemantauan melalui sistem RFID yang diterapkan Australia dapat membantu Indonesia dalam melakukan pengawasan dan monitoring, sehingga dapat diketahui sapi yang diimpor ke Indonesia sesuai dengan izin yang diberikan terutama dari aspek berat, jenis dan jumlahnya.

"Jika Australia mau bekerjasama dengan Indonesia dan membuka data itu sehingga Indonesia memiliki akses ke data tersebut, maka fungsi monitoring dapat dilakukan melalui sistem tersebut," katanya.(api)


Oleh Maria Y. Benyamin
Sumber Berita : http://www.bisnis.com