Keran Impor Gas Siap Dibuka

Selasa, 28 Juni 2011 | 07:38


Tingginya permintaan gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih besar. Karena itu, pemerintah mengizinkan wacana impor. Di industri, pada 2011–2012, pasokan gas baru terpenuhi 600 MMSCFD dari kebutuhan industri sebesar 2.900 MMSCFD.Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan, ada perusahaan dari BUMN dan swasta yang sudah menyatakan keinginan untuk impor gas. ’’PLN sudah menyatakan keinginan untuk impor gas. Selain itu, sudah ada pihak swasta yang melamar untuk impor gas,’’ kata Hidayat pekan lalu.

Menurut dia, keinginan untuk impor gas tersebut sah sepanjang visible. Bagi PLN, tambahan gas impor dapat membuat pasokan listrik berjalan lancar. Untuk itu, lanjut dia, pemerintah akan mengadakan pertemuan untuk membahas persoalan tersebut.

Dia menyatakan, pemerintah juga fokus untuk melaksanakan percepatan pembangunan receiving terminal. Terutama, receiver yang bisa mendukung mobilitas sehingga dapat berpindah untuk melayani kebutuhan di Pulau Jawa. Selain itu, mempercepat receiving terminal di Jawa Timur agar pasokan di Jawa lancar.

Nah, alternatif terakhir memberikan lampu hijau bagi impor gas. Terutama, untuk kebutuhan yang mendesak dan memang diperlukan. ’’Yang diteken kemarin itu sebetulnya mengawali dari spirit pemerintah untuk mulai mencukupi kebutuhan tahun demi tahun, swasta dan nasional,’’ kata dia.

Dia menguraikan, kebutuhan gas untuk industri 2.900 MMSCFD sudah meliputi kebutuhan sebagian PLN dan pupuk. Kebutuhan industri yang bergerak di sektor swasta sekitar 900 MMSCFD–1.100 MMSCFD.

Sebelumnya, industri pengguna gas melalui Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) menandatangani kesepakatan dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero. Selain soal jaminan pasokan, pengusaha menginginkan adanya percepatan pembangunan infrastruktur gas.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, PGN akan memasok gas sekitar 800 MMSCFD. Menurut dia, keuntungan besar yang diperoleh PGN seharusnya dapat diinvestasikan berupa pengembangan pipa untuk mengalirkan gas.

Dia juga menegaskan, sebaiknya PT PGN tidak mematok kenaikan harga gas terlalu tinggi sehingga bisa berdampak negatif bagi industri. ’’Untuk itu, PGN tetap memperhitungkan dampak kenaikan harga gas untuk industri. PGN dan sektor industri harus sama-sama berkembang dan saling menguntungkan,’’ tegas Panggah. (res/c6/kim)

Sumber Berita : http://www.jpnn.com