Eksportir merasa diuntungkan keberadaan SKA

Jumat, 17 Juni 2011 | 10:16


Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengakui preferensi tarif yang diperoleh dari berbagai kerja sama melalui Surat Keterangan Asal( SKA) memang menguntungkan eksportir dari Tanah Air.Eksportir tekstil dan produk tekstil (TPT), menurutnya, juga merasakan keuntungan dari pemanfaatan SKA tersebut. Pasalnya, dengan memanfaatkan SKA yang ada, eksportir tidak perlu membayar bea masuk normal dengan tarif di atas level 10%.

Namun di balik peluang itu, kata dia, terdapat ancaman terhadap produk domestik karena di saat yang sama pasar dalam negeri juga dibanjiri oleh barang impor yang masuk.

“Iya memang untung karena tarifnya jadi 0% tetapi jangan terlena dengan tarif 0%. Ancaman juga besar, sehingga harus ada kebijakan yang defensif untuk menjaga pasar kita,” kata Ade.

Dia menuturkan implementasi sejumlah FTA membawa dampak signifikan pada nilai perdagangan Indonesia. Ade memberi contoh kerja sama ACFTA yang mendorong peningkatan perdagangan TPT antara Indonesia dengan China.

“Sayangnya peningkatan itu tidak diiringi dengan surplus yang memadai. Di satu sisi ada surplus pada benang, tetapi di sisi lain untuk kain terjadi defisit bahkan defisitnya makin membesar,” ungkapnya. (faa)

Oleh Maria Y. Benyamin
Sumber Berita : http://www.bisnis.com/