Makin Banyak Ekspor Gunakan SKA

Rabu, 04 Mei 2011 | 13:33


ni yang memanfaatkan fasilitas keringanan bea masuk melalui perjanjian kerja sama bilateral ataupun regional.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyebutkan semakin banyaknya ekspor produk Indonesia saat i Hal ini terlihat melalui jumlah surat keterangan asal (SKA) yang diterbitkan.
Secara total itu ada kenaikan 82 persen ekspor yang menggunakan fasilitas FTA. Itu berarti memanfaatkan bea masuk lebih rendah di triwulan I-2011.

"Secara total itu ada kenaikan 82 persen ekspor yang menggunakan fasilitas FTA (Free Trade Agreement), berarti memanfaatkan bea masuk yang lebih rendah di triwulan I-2011 (dari triwulan I-2010)," ungkap Mari, di Jakarta, Selasa (3/5/2011).

Dengan memanfaatkan bea masuk yang rendah itu, ia mengharapkan akan semakin meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di negara-negara tujuan. Berdasarkan jumlah SKA, perjanjian kerja sama ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) terhitung yang tertinggi dengan jumlah 27.905 dari 61.936 total surat untuk para eksportir. Para eksportir tersebut memanfaatkan skema itu untuk mendapatkan keringanan bea masuk.

Namun, pemanfaatan SKA preferensi dalam kerangka AFTA selama Maret 2011 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Sejauh ini komoditas tembaga, bahan bakar mineral, serta minyak nabati dan hewani menjadi produk yang mendominasi pemanfaatan SKA dengan skema ini.

Sementara itu, skema kerja sama Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJEPA) meraih pertumbuhan nilai SKA tertinggi dengan 124 persen dari triwulan I-2010 ke periode yang sama tahun ini. Pertumbuhan itu terjadi sekalipun jumlah surat SKA terbilang kecil, yaitu hanya sebesar 14.355 surat.

Untuk skema IJEPA, bahan bakar atau minyak mineral, TPT, dan barang plastik menjadi produk yang memanfaatkan preferensi tarif dengan negara tujuan Jepang. Selain kedua skema tersebut, Indonesia masih mempunyai ASEAN-Korea FTA (AKFTA), ASEAN-India FTA (AIFTA), dan ASEAN-China FTA (ACFTA).

Namun, jumlah SKA dalam ketiga skema kerja sama ini jumlahnya tidak lebih dari 10.000 surat untuk masing-masing skema. Bahkan, AIFTA menjadi yang terendah dengan jumlah 2.455 SKA pada triwulan I-2011.

Sumber Berita : http://bisniskeuangan.kompas.com/