Harga Kakao Bersertifikat Lebih Tinggi US$ 300 per Ton

Kamis, 28 April 2011 | 08:29


Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) mendorong penerapan sertifikasi untuk lahan kakao di Indonesia. "Sebab, harga kakao bersertifikat bisa lebih tinggi sekitar US$ 200-300 per ton," kata Ketua Umum Askindo, Zulhefi Sikumbang, Rabu (27/4).Pada 2020, para pemangku kepentingan kakao sudah sepakat untuk mewajibkan sertifikasi lahan kakao. "Jika demikian, maka harga kakao tidak bersertifikat akan jatuh," ujarnya.

Sertifikasi untuk lahan kakao diberikan jika memenuhi beberapa standar. Di antaranya standar cara menanam, merawat tanaman. Selain itu, surveyor juga menilai apakah suatu lahan merusak lingkungan hidup atau tidak.

Saat ini, baru dua perusahaan kakao yang beroperasi di Indonesia yang melakukan sertifikasi pada lahan kakao. Kedua perusahaan itu adalah Mars dan Armajaro.

Namun, kata Zulhefi, surveyor yang mengaudit perusahaan tersebut tidak terdaftar di Indonesia. Maka, pengusaha meminta agar pemerintah mendata para surveyor.

Paling tidak mendaftarkan lembaga-lembaga itu di Badan Standardisasi Nasional. Jika tidak terdaftar, maka ke depan berpotensi terjadi penipuan. Misalnya, kepada pabrik coklat yang menjadi calon pembeli kakao.

Oleh : EKA UTAMI APRILIA 
Sumber Berita : http://www.tempointeraktif.com