RNI Siap Dirikan Pabrik Gula di Malang

Kamis, 28 April 2011 | 08:27


PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) siap mendirikan pabrik gula di wilayah Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, untuk memperbesar kapasitas produksi pabriknya.Bupati Malang Rendra Kresna menyampaikan  RNI dan PT Sucofindo sudah melakukan survei di Kalipare. Hasilnya, Rajawali siap menginvestasikan sekitar Rp 1 triliun untuk pembangunan pabrik gula di atas lahan seluas 200 hektare.

“Namun belum bisa kami pastikan desa yang menjadi lokasi pendirian pabriknya karena masih harus menunggu studi kelayakan selesainya. Kami harapkan pada 2012 pabrik gula baru itu sudah bisa beroperasi,” kata Rendra, Selasa (26/4).

Rencananya, pabrik gula milik RNI berproduksi sebanyak 8 ribu ton per hari. RNI memang ingin menambah kapasitas produksi pabriknya dari 32.900 ton per hari menjadi 42.650 ton per hari untuk memenuhi besarnya kebutuhan gula dalam negeri.

Rendra sangat berharap, dengan kapasitas produksi sebanyak ini, akan terserap sekitar 700 pekerja tetap dan 2.500 pekerja musiman, sekaligus mampu menyerap produksi gula dari kecamatan lain di luar Kalipare, seperti Kecamatan Bantur, Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Donomulyo, serta Kecamatan Wlingi (Kabupaten Blitar) yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Selama ini produksi tebu terserap oleh PG Kebonagung di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisasi, dan PG Krebet Baru di Desa Krebet, Kecamatan Bululawang. Jika ada kelebihan, maka dikirim ke pabrik gula lain di Jawa Timur, seperti tiga pabrik gula di Sidoarjo (Candi, Krembung, Toelangan) dan PG Gempol Kerep di Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, keberanian RNI berinvestasi membuktikan Kabupaten Malang sangat menarik bagi investor. Sejak 2006 hingga triwulan pertama tahun ini, realisasi penanaman modal di Kabupaten Malang mencapai Rp 6,25 triliun, sebesar Rp 4,34 triliun di antaranya merupakan jumlah penanaman modal tahun 2006.

Rendra memastikan pemerintahannya sangat siap menerima investor pabrik gula. Sejak 2010 pemerintah setempat sudah menyiapkan 261 ribu hektare lahan tanaman tebu baru untuk memenuhi program swasembada gula nasional. Saat ini Kabupaten Malang memiliki lahan tanaman tebu seluas 139 ribu hektare.

PG Kebonagung dan PG Krebet Baru masing-masing baru mampu memproduksi 115 ribu dan 175 ribu ton gula per tahun atau baru menyumbang sekitar 20 persen dari seluruh produksi nasional yang sekitar 2,6 juta ton. Namun, konsumsi gula nasional justru mencapai 4,6 juta ton per tahun sehingga terdapat kekurangan 2 juta ton gula lagi.

Bersama Banyuwangi, Mojokerto, dan Tuban, Kabupaten Malang diminta pemerintah pusat untuk membantu program swasembaga gula nasional. Di luar Jawa Timur, masih ada 11 daerah lagi yang diproyeksikan menjadi sentra swasembada gula nasional pada 2014.

Oleh : ABDI PURNOMO
Sumber Berita : http://www.tempointeraktif.com