Batubara Kekuatan Besar Bangsa

Kamis, 31 Maret 2011 | 07:31


Dalam Visi Ekonomi Indonesia 2025 yang diusung Kementerian Koordinator Perekonomian, batubara terus menjadi andalan ekspor dalam negeri.Indonesia adalah eksportir batubara terbesar di dunia, sekitar 25% dari total ekspor dunia. Produksi batubara Indonesia diprediksikan akan terus meningkat guna memenuhi permintaan ekspor dan konsumsi domestik.

Produksi nasional saat ini sebagian besar, yakni 90%, berasal dari Kalimantan. Sisa 10%-nya berasal dari pertambangan di Sumatra. Cadangan batubara di Sumatra mencapai 50% cadangan nasional, mengindikasikan rendahnya level produksi di Sumatra. Penyebabnya, kualitas rendah, lokasi terpencil dan kurangnya infrastruktur.

Guna memperbaiki kualitas batubara yang rendah, terutama di bagian tengah Sumatra Selatan, sangat penting membangun infrastruktur rel yang memadai. Di Kalimantan, rangkaian rel terhubung ke sungai. Saatnya, tambang batubara kualitas rendah malah menyedot biaya besar karena besarnya biaya transportasi.

Kemudian, perlu diupayakan untuk terlebih dahulu memroses batubara menjadi produk yang memiliki nilai lebih tinggi. Peningkatan nilai yang substansial pada pertumbuhan produksi batubara ditargetkan menghasilkan tambahan US$3,9 miliar menjadi US$7 miliar dibandingkan saat ini. Ini berarti, industri batubara akan terbangun dengan positif.

Perlu ada pengaturan regulasi kebijakan energi dan lahan, sehingga terbebas dari sengketa di masa mendatang. Pembangunan industri batubara membutuhkan pendidikan dan pelatahihan di level teknikal dan manajerial, dimana pengaturan 10 juta batubara membutuhkan sekitar 2.500 pekerja. Sebanyak 10-15% diantaranya akan berada di level manajemen.

Investasi industri batubara bisa menjadi menarik jika beberapa hal diubah. Misal prosedur akuisisi tambang yang tidak efisien, prosedur lisensi dan kontrak serta banyak lagi. Namun demikian, industri batubara di Kalimantan telah menunjukkan perbaikan. Terutama pada sektor-sektor tak efisien.

Beberapa kebutuhan infrastruktur yang perlu dipenuhi, antara lain di Kalimantan di Sumatra. Kalimantan membutuhkan pelabuhan untuk bongkar muat di Bangkuang dan Tanjung Isuy, pelabuhan utama di Lampung dan Palembang. Kemudian membangun rel di Kalimantan Tengah, selain jalur transportasi Sungai Barito-Sungai Mahakam.

Di Sumatra, perlu ada pembangunan rangkaian rel yang menghubungkan Sumatra Selatan ke pelabuhan di Lampung dan Palembang. Serta konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di tambang batubara Sumatra Selatan. Hal-hal ini amat penting untuk mencapai Visi Ekonomi Indonesia 2025.

Oleh: Vina Ramitha
http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1366152/batubara-kekuatan-besar-bangsa