Austrade gelar pameran tambang internasional 29 Maret

Senin, 28 Maret 2011 | 11:26


Austrade akan menggelar pameran kepakaran tambang Australia dalam Ozmine 2011, pameran dan konferensi pertambangan internasional terbesar di Asia, di Hotel Shangri La Jakarta pada 29 – 30 Maret.Pameran tersebut secara resmi akan dibuka oleh Kuasa Usaha Australia Paul Robilliard, bersama perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI.

Tema konferensi tahun ini adalah Next Generation Mining: Transforming Indonesia, dan akan fokus pada diskusi dengan beberapa perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia yang keseluruhannya mempunyai lebih dari 30.000 pegawai dan mengekspor mineral senilai Aus$50 miliar secara internasional.

“Hal yang sangat penting untuk seluruh pembangunan ini adalah pembiayaan proyek, dan kami sangat gembira menyisihkan sesi khusus untuk topik ini di konferensi,” kata Komisaris Perdagangan dan Investasi Kawasan Austrade Leith Doody, hari ini.

Menurut dia, lebih dari 90 perusahaan pertambangan Australia akan ambil bagian dalam pameran dan konferensi Ozmine 2011. Pameran ini akan memamerkan peralatan, teknologi, jasa dan bahan-bahan (consumables) pertambangan mutakhir dari sektor pertambangan terkemuka Australia.

"Ini merupakan cara yang sangat baik bagi operator pertambangan setempat untuk dapat memperoleh pemahaman inovasi dan teknologi mutakhir,” tutur Doody.

Industri pertambangan Australia merupakan yang terbesar ketiga di dunia. Sekitar 60% perusahaan tambang dunia menggunakan peranti lunak pertambangan yang dikembangkan di Australia. Dari 400 perusahaan Australia yang beroperasi di Indonesia, banyak yang terlibat di sektor pertambangan Indonesia.

Kuasa Usaha Australia Paul Robilliard mengatakan sektor pertambangan adalah industri vital baik bagi Australia maupun Indonesia.

“Australia terus mencari kesempatan untuk berinvestasi dan beroperasi di sektor pertambangan Indonesia.  Kami sangat mendukung hal ini dan paham bahwa mereka dapat memberi manfaat yang nyata kepada pasar serta menghadirkan praktik dan teknologi terbaik dunia, yang pada akhirnya akan memberi manfaat bagi pembangunan pertambangan Indonesia,” tutur Robilliard.

Pameran ini diharapkan menarik sedikitnya 2.000 pengunjung niaga, termasuk dari perusahaan pertambangan besar dari Filipina, Thailand dan Vietnam. Pameran ini gratis untuk industri dan buka mulai pk. 09.00 – 17.00 WIB pada 29 - 30 Maret 2011.(er)

Oleh Herry Suhendra

http://www.bisnis.com/infrastruktur/energi/17856-austrade-adakan-pameran-pertambangan-terbesar-di-asia