BP Migas akan Naikkan Komponen Dalam Negeri

Kamis, 10 Maret 2011 | 07:55


BADAN Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) akan terus berusaha menaikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 55 persen, sesuai cetak biru kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2010.BADAN Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) akan terus berusaha menaikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 55 persen, sesuai cetak biru kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2010.

''Realisasinya, pada 2010, total nilai pengadaan barang dan jasa di seluruh kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) mencapai US$10,79 miliar, dengan TKDN sebesar 63,4 persen. Angka ini meningkat dari US$8,98 miliar pada 2009 dengan TKDN hanya 49 persen,'' ujar kepala BP MIGAS, R Priyono di Jakarta, Rabu, 9/3.

Karena itu, lanjut Priyono, Pedoman Tata Kerja (PTK) nomor 007 revisi II 2011, mampu meningkatkan peran perusahaan nasional dalam penyediaan komponen bidang pertambangan. Menurutnya, revisi tersebut mensyaratkan perusahaan dalam negeri wajib mengerjakan minimal 30 persen dari nilai kontrak.

Selain itu, lanjut Priyono perusahaan dalam negeri juga dapat membentuk konsorsium untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun keungannya. ''PTK dibuat untuk keberpihakan pada sektor riil. Ini merupakan bagaimana cara kita untuk menang di negara sendiri. Perusahaan nasional harus menjadi pemeran utama di negeri sendiri,'' ujarnya.

Deputi BP MIGAS Rizal Asir mengatakan, kedepan peningkatan TKDN menghadapai tantangan yang tidak ringan. Dominiasi lokasi kegiatan ekplorasi dan eksploitasi semakian ke arah kawasan Indonesia Timur dan terletak di laut dalam, sehingga menyebabkan sektor hulu migas harus lebih terfokus pada modal, teknologi, dan resiko. ''Komponen dalam negeri harus bisa mengikuti perkembangan ini, kalau kita tidak mau tertinggal,'' ujar Rizal.

Penulis: Andhika Tirta Saputra

Sumber Berita : http://www.jurnas.com/