Jika SVLK Diakui, Ekspor Produk Kayu Naik 30 Persen Setahun

Kamis, 10 Maret 2011 | 07:53


Ekspor kayu dan produk kayu diprediksikan akan mengalami peningkatan sebesar 30% jika sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) diakui seluruh dunia. Sertifikasi kayu yang dikeluarkan Indonesia ini masih belum diakui di negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat (AS) dan anggota Uni Eropa (UE).
SLVK dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi yang ditunjuk Kementerian Kehutanan seperti Mutu Hijau, Sucofindo, TUV, BRIC, dan Mutu Agro Lestari. Sayang, hingga kini belum mendapat pengakuan di AS dan EU.

"SLVK dikeluarkan oleh lima lembaga sertifikasi yang yang diakui secara internasional. Namun karena belum diakui di AS dan EU, beberapa tahun belakangan ini ekspor produk kayu Indonesia terus mengalami penurunan," ujar Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno di Jakarta, Selasa (8/3).

Menurutnya, pada 2010, ekspor produk kayu hanya mencapai US$2,9 miliar. Pada 1980 hingga 1990-an, ekspor produk kayu mencapai US$6-7 miliar per tahunnya.

"Ekspor produk kayu kita bisa naik 30% per tahun bila SLVK itu diakui di kedua pasar tersebut. Ironi karena kita punya bahan baku yang melimpah namum kalah dibandingkan dengan ekspor tekstil yang tidak punya bahan baku. Ekspor tekstil hampir mencapai US$11 miliar pada tahun 2010," terangnya. (OL-5)

Penulis : Jajang Sumantri


Sumber Berita : http://www.mediaindonesia.com/