Kemenperin Tetapkan Tujuh Sasaran Strategis

Senin, 28 Februari 2011 | 14:19


Dalam acara yang diselenggarakan Forum Wartawan Industri di Anyer, Sabtu 26/2, yang juga dihadiri oleh Lensa Sucofindo, Sekjen Kementerian Perindustrian, Ansari Bukhari menjelaskan strategi Pemerintah dalam mentransformasi ekonomi Indonesia. Disebutkan visi pembangunan industri nasional jangka panjang adalah membawa Indonesia menjadi negara industri tangguh dunia pada tahun 2025. Adapun visi pembangunan industri nasional jangka pendek hingga tahun 2014 adalah pemantapan daya saing basis industri manufaktur yang berkelanjutan serta terbangunnya pilar industri andalan masa depan.

Guna mewujudkan visi tersebut, Kemenperin menjabarkan tujuh sasaran strategis yang harus dicapai Indonesia di tahun 2014, yaitu (1) meningkatnya nilai tambah industri, (2) meluasnya pasar domestik dan internasional, (3) meningkatnya kemampuan SDM industri, kegiatan penelitian dan pengembangan, serta kewirausahaan, (4) meningkatnya penguasaan teknologi industri, (5) lengkap dan kuatnya struktur industri, (6) tersebarnya industri keluar pulau Jawa, dan (7) meningkatnya peran industri kecil dan menengah terhadap pendapatan domestik bruto.

Menurut Sekjen Kementerian Perindustrian, Pemerintah telah menentapkan strategi utama dalam mentrasnformasi ekonomi Indonesia yaitu dengan mengembangkan koridor ekonomi, memperkuat konektivitas  nasional, serta mempercepat kemampuan iptek nasional.

Untuk mengembangkan koridor ekonomi, Pemerintah akan membangun pusat-pusat pertumbuhan di di setiap pulau dengan mempertimbangkan klaster industri berbasis sumber daya unggulan baik komoditi maupun sektor.

Adapun konektivitas nasional dikembangkan untuk mengurangi biaya transaksi, mewujudkan sinergi antar pusat pertumbuhan, serta mewujudkan akses pelayanan yang merata.  Pengembangannya mencakup konektivitas intra dan inter pusat pertumbuhan, konektivitas internasional berupa gerbang-gerbang perdagangan dan  wisatawan, serta konketivitas lokal untuk pembangunan inklusif berupa akses dan kualitas pelayanan dasar yang merata di seluruh Indonesia.

“Dengan adanya konektivitas nasional maka pusat-pusat pertumbuhan akan saling terintegrasi di dalam negeri sekaligus terkoneksi secara internasional”, ungkap Ansari. Ia juga menjelaskan perlu strategi pendukung dalam rangka transformasi ekonomi nasional, diantaranya mengembangkan kebijakan investasi, kebijakan perdagangan dan kerjasama perdagangan, kebijakan pembiayaan, serta pengembangan public private partnership (PPP). [hotma m. sibuea]


Sekjen Kementerian Perindustrian, Ansari Bukhari (ketiga dari kanan) didampingi Dirjen IKM, Euis Saedah dan beberapa jajaran Kemenperin dan PT SUCOFINDO memberikan keterangan pada Forum Wartawan Industri di Anyer, 26/2