Stok Gula Aman, Impor Tak Perlu

Jumat, 25 Februari 2011 | 07:44


Ikatan Ahli Gula Indonesia memperkirakan stok gula hingga akhir Januari 2011 diperkirakan mencapai 700 ribu ton lebih sehingga dinilai cukup untuk menutup kebutuhan gula kristal putih domestik hingga musim giling tebu awal April mendatang.

Sekertaris Jenderal Ikatan Ahli Gula Indonesia Adig Suwandi mengatakan stok gula kristal putih di dalam negeri hingga 31 Januari mencapai 700 ribu ton sehingga impor gula bahkan menurutnya tidak mendesak.

"Kalau kita lihat kan ada anomali yang memangkas produksi, sementara permintaan logikanya terus naik. Namun yang ada, serapannya tidak seperti diperkirakan di awal.

Kemungkinan ini karena ada rembesan gula rafinasi ke pasar konsumen rumah tangga dan industri. Ini menyebabkan banyak stok gula yang menumpuk," katanya di Jakarta, Selasa (22/2).

Adig mencontohkan, stok persediaan gula kristal putih di PT Perkebunan Nusantara XI mencapai 150-an ribu ton. Jumlah ini masih tersimpan di gudang-gudang perusahaan menyusul permintaan serapan di dalam negeri

tidak cukup besar.

Berdasar rasio serapan rata-rata normal 220 ribu ton atau paling tinggi 240 ribu ton per bulan, Adig menuturkan, stok 700 ribu ton lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan gula domestik hingga awal musim giling April

mendatang. "Kalau melihat tingkat kebutuhan tersebut, kebutuhan gula nasional sebetulnya sudah bisa tertutupi," kata dia.

Saat stok 700 ribu habis pada April mendatang, ungkap Adig, beberapa pabrik gula dalam negeri diperkirakan sudah memulai kembali penggilingan tebunya.

Meski tidak memerinci berapa total kapasitas produksinya, namun sekurangnya terdapat enam pabrik gula di Lampung dan Sumatera Selatan yang siap memasuki periode musim giling.

Keenam pabrik gula itu adalah 1 Pabrik Gula Gunung Mas, 3 Pabrik Gula Sugar Group, dan 1 pabrik Gula PT perkebunan Nusantara VII di Lampung, serta 1 Pabrik gula PT Perkebunan Nusantara VII di Sumatera Selatan.

Jumlah produksi giling tebu bakal bertambah lebih besar lagi saat memasuki bulan Mei menyusul mulai berproduksinya pabrik-pabrik gula di Jawa.

Beberapa pabrik gula di Jawa yang siap memasuki periode giling tebu diantaranya adalah pabrik-pabrik gula miliki PT Perkebunan Nusantara XI.

Dengan kondisi stok stok dalam negeri masih 700 ribu ton lebih per 31 Januari dan segera masuknya musim giling tebu April mendatang, Adig meyakini, pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri bakal stabil. "Artinya, kalau pun impor, itu hanya untuk buffer stock saja," kata dia.

Penulis: Tria Dianti /Dananjoyo Kusumo

Sumber Berita : http://www.jurnas.com/