HIPMI siap bantu pemeringkatan UMKM

Rabu, 23 Februari 2011 | 07:48


Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) siap membantu Bank Indonesia merintis pemeringkatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang akan dijadikan referensi profil risiko dalam penyaluran kredit.



Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa, mengemukakan organisasinya bahkan sangat mendukung rencana BI, karena agenda tersebut dianggap sebagai terobosan dari institusi otoritas jasa perbankan nasional tersebut.

”Ini kami nilai sebagai terobosan, karena BI terus berupaya agar perbankan semakin pro terhadap sektor riil. Nantinya perbankan akan memperoleh profil resiko maupun opportinit atau peluang untuk membiayai UMKM,” katanya, hari ini.

Menurut Erwin, selama ini lembaga keuangan masih menggunakan referensi konvensional ketika menyalurkan kredit. Akibatnya, akselerasi kredit UMKM tidak terlalu atraktif dan lebih banyak menyasar ke kredit konsumtif.

Hipmi memperkirakan fungsi intermediasi perbankan akan lebih atraktif. Itu sebabnya Hipmi siap membantu BI, terutama dalam pengembangan sistem data base UMKM. Sebab organisasi pengusaha muda ini memiliki data base yang mumpuni.

Sekjen M. Ridwan Mustofa menambahkan pihaknya siap membantu Bank Indonesia dalam pengembangan sistem pemeringkatan tersebut, karena sangat bermanfaat bagi aktivitas bisnis sektor riil.

“Hipmi siap memasok data yang dibutuhkan BI tentang pelaku UMKM. Sebab kami sudah memiliki data base sekitar 30.000 pelaku UMKM yang tersebar secara merata di seluruh wilayah Tanah Air,” ujar Ridwan.

Sebelumnya Peneliti Utama Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Suhaedi mengatakan bank sentral akan me-rating UMKM untuk mendorong intermediasi dan menghilangkan asymetric information.

”BI sedang merintis upaya rating maupun credit scoring agar bank tidak ragu lagi membiayai UMKM. Selama ini belum ada referensi profil risiko dari sektor UMKM tertentu. Akibatnya, setiap bank hahrus melakukan penilaian langsung kepada calon debitor,” papar Suhaedi.

Selain mendorong penyaluran kredit, pemeringkatan yang diberlakukan terhadap sektor UMKM, diyakini bisa menekan non performing loan (NPL) atau tingkat kredit bermasalah yang sangat dihindari perbankan.(ra)

Oleh Mulia Ginting Munthe

Sumber Berita : http://www.bisnis.com/