Sucofindo Luncurkan Laboratorium Mineral Processing and Metalurgical Testing yang Pertama di Indonesia

Rabu, 09 Februari 2011 | 16:04


Pemerintah mulai 2014 akan memberlakukan ketentuan dalam UU No. 4 tahun 2009, yang mensyaratkan perusahaan eksplorasi dan produksi wajib melakukan peningkatan nilai tambah produk dengan melakukan proses produksi di dalam negeri seperti dari mineral menjadi metal.
Selama ini, sekitar Rp 30 milyar setiap tahun, dana yang dikeluarkan perusahaan pertambangan di Indonesia untuk melakukan uji analisa mineral processing dan metalurgi di Amerika, Australia, Canada, dan lain-lain. 

“Hingga saat ini, belum ada di Indonesia perusahaan penyedia jasa pengujian pemrosesan mineral yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan pertambangan. Pemerintah merasa senang sudah ada Sucofindo yang dapat melakukan pekerjaan tersebut” kata Bambang Gatot Aryono, Direktur Pembinaan Pengusaha Batubara Kementrian Energi Sumber Daya Mineral, dalam sambutan peresmian Laboratorium Mineral Processing Sucofindo, di Cibitung, Bekasi Rabu (09/02).

Perusahaan pertambangan sektor Mineral, Ore dan Metal (MOM) di Indonesia, tidak perlu lagi ke luar negeri untuk analisa laboratorium, Sucofindo  sudah dapat melakukan uji analisa laboratorium pemrosesan bahan tambang. Didukung dengan fasilitas laboratorium yang lengkap, dan merupakan salah satu yang terbesar  di Indonesia dengan 28 titik layanan.

“Dengan adanya laboratorium Mineral Processing Sucofindo, kami harapkan pelanggan kami tidak perlu lagi melakukan uji analisa laboratorium di luar negeri, dengan mengeluarkan biaya yang besar dan waktu yang lama,” ungkap Arief Safari, Direktur Utama Sucofindo.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, “jasa yang kami sediakan antara lain : Evaluasi mineral menggunakan mikroskop optic, thin section dan polish section ataupun  X-ray Diffraction ; Pengujian elemental-elemental mineral metode kimiawi ; Pengujian ekstraksi mineral menggunakan crushing, milling, screening, metode  pengapungan (flotasi), dan hydrometalurgi serta pemisahan mineral secara gravitasi maupun material magnetic, dan lain-lain”.

“Dan adapun manfaat bagi Industri pertambangan diantaranya memperoleh : Gambaran yang jelas mengenai kandungan mineral pada tahap feasibility study; maupun tahap untuk pengembangan atau  untuk optimasi proses sebuah pabrik pengolahan,”

Kami juga memberikan layanan trouble shooting untuk pabrik pengolahan apabila mendapatkan masalah; dan konsultasi dalam hal optimasi proses, evaluasi proses dan rancang bangun fasilitas pengolahan, “tutur Arief. [ ]

Mineral Processing Services







Sumber Foto : Sucofindo