Beras impor ke Sumut capai 80.750 ton

Jumat, 28 Januari 2011 | 09:22


Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional I Medan sudah mendatangkan beras impor ke Sumut sebanyak 80.750 ton sejak Oktober 2010, sementara yang sudah masuk ke lampu I Pelabuhan Belawan sekitar 28.300 ton.Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional I Medan sudah mendatangkan beras impor ke Sumut sebanyak 80.750 ton sejak Oktober 2010, sementara yang sudah masuk ke lampu I Pelabuhan Belawan sekitar 28.300 ton.

Kepala Seksi Humas Bulog Divre I Medan Rusli membenarkan  selain yang 80.750 ton yang sudah dimasukkan ke pasar,  dua kapal berisi beras impor dari Vietnam sudah menunggu di lampu I Pelabuhan Belawan yakni MV Sunrise 86 sebanyak 21.800 ton dan MV Golden Lotus 6.500 ton.

“Beras impor tersebut digunakan untuk PSO [public service obligation] untuk beras miskin, transmigrasi, serta kebutuhan TNI/Polri,” ujarnya menjawab Bisnis di Medan hari ini.

Menurut dia, langkah penugasan yang diberikan pemerintah bertujuan untuk menyediakan beras murah di pasar, sehingga masyarakat memiliki pilihan.

Dia mencontohkan sejak Januari 2011 beras miskin yang sudah disalurkan mencapai 1.449 ton ke sejumlah daerah yang harga beras tinggi a.l. Tanjung Balai, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, dan Padanglawas Utara.

Kabupaten/kota lain, kata dia, diupayakan menjemput bola untuk menyalurkan raskin yang sangat dibutuhkan masyarakat dengan harga Rp1.600 per kilogram.

Langkah kedua, paparnya, Bulog Divre Medan sudah mengucurkan beras ke pasar lewat operasi pasar (OP) sebanyak 3.414 ton dengan harga antara Rp6.170 sampai Rp6.300 per kilogram atau jauh di bawah harga beras lokal IR-64 dan Ramos sebesar Rp10.500 per kilogram.

“Masyarakat sudah diberikan pilihan untuk mendapatkan beras murah lewat operasi pasar, sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan beras masih mahal harganya di pasar,” tuturnya.

Kalau beras IR-64 dan Ramos, kata dia, harganya pasti tinggi di pasar karena memang pasoknya tidak ada akibat anomali cuaca. Demikian juga musim tanam di Sumut, paparnya, terlambat akibat dari musim yang tidak menentu.

Agar masyarakat tidak kecewa dengan kualias beras raskin dan beras operasi pasar, menurut dia, Bulog menguyur pasar dengan beras kita yang sengaja diimpor dari Thailand.

Rasanya jauh lebih enak dibandingkan dengan IR-64 dan Ramos. "Harganya hanya Rp7.500 per kilogram,” tuturnya.

Pengamatan Bisnis di sejumlah pasar tradisional di Medan harga beras IR-64 dan Ramos naik dari Rp9.500 menjadi Rp10.500 per kilogram atau tertinggi sejak Orde Reformasi. “Pasok beras lokal memang sulit saat ini. Kalau mau beli beras Bulog yang harganya lebih murah,” ujar Sembiring, Pedagang Beras di JL Pintu Air IV Medan.

Pemilik UD Kawal itu mengatakan harga beras di pasar dunia juga sedang di atas harga rata-rata, apalagi harga beras lokal sampai April 2011 diperkirakan masih tinggi karena musim tanam mundur akibat cuaca yang tidak menentu.(ln)Master Sihotang/