Realisasikan segera impor gula

Jumat, 28 Januari 2011 | 09:20


Pemerintah diminta mendesak importir untuk segera merealisasikan impor gula kristal putih (GKP) guna menjaga kecukupan stok di dalam negeri.Pemerintah diminta mendesak importir untuk segera merealisasikan impor gula kristal putih (GKP) guna menjaga kecukupan stok di dalam negeri.

Tingginya harga gula internasional dinilai bukan alasan yang tepat untuk tidak melakukan importasi gula di tengah kondisi kekurangan stok. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan kondisi stok sampai akhir Desember hanya sebesar 600.000 ton. Jumlah itu hanya untuk mencukupi kebutuhan selama tiga bulan.

“Untuk dua bulan selanjutnya bagaimana? Meskipun sudah panen, panen masih kecil jadi belum cukup. Itu sebabnya importir harus segera merealisasikan impornya. Mereka sudah diberi kewenangan jadi mau tidak mau harus impor,” tegas Natsir kepada Bisnis, hari ini.

Natsir menjelaskan kondisi harga gula internasional saat ini terus melambung. Jika terus ditunda, harga berpeluang makin tinggi karena sejumlah negara produsen juga tengah mengalami kelangkaan produksi. Kegagalan tender yang dilakukan oleh PTPN X, PTPN XI, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), menurut dia, menggambarkan kondisi harga internasional saat ini.

“Seharusnya ada mekanisme punishment bagi importir yang belum merealisasikan impor gula. Meski masih ada kesempatan hingga 15 April, saya tidak yakin impor akan terealisasi semuanya karena harga sedang gila-gilaan,” tutur Natsir.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu sebelumnya mengatakan stok gula nasional sampai saat ini sebagaimana diumumkan oleh Dewan Gula Indonesia (DGI) sebesar 800.000 ton. Jumlah stok tersebut, kata dia, masih cukup memenuhi kebutuhan di dalam negeri selama lima bulan ke depan. “Importir juga memahami stok di dalam negeri, oleh karena itu keputusan impor yang dilakukannya pasti juga melihat dengan kondisi stok dalam negeri,” jelasnya.(msb) Maria Y. Benyamin/bisnis.com