Harga batu bara berpotensi naik lagi

Rabu, 26 Januari 2011 | 08:29


Hujan deras di Indonesia sepanjang semester II/2010, serta banjir besar yang melanda sebagian wilayah di Australia, berpotensi kembali mendongkrak harga batu bara dunia, sehingga dalam waktu dekat harga diproyeksi menyentuh US$150 per ton.Hujan deras di Indonesia sepanjang semester II/2010, serta banjir besar yang melanda sebagian wilayah di Australia, berpotensi kembali mendongkrak harga batu bara dunia, sehingga dalam waktu dekat harga diproyeksi menyentuh US$150 per ton.

"Kedua kondisi ini, yakni hujan deras di Indonesia dan banjir besar di Australia, mengurangi persediaan pada tambang batu bara," jelas Direktur PT Bumi Resources Dileep Srivastava kepada Bisnis, kemarin, melalui pesan singkat.

Dia menambahkan faktor cuaca di dua negara produsen utama batu bara ini juga memengaruhi utilitas di tambang sehingga akan mengurangi pasokan. Dengan demikian, Dileep memprediksikan harga batu bara akan kembali mencapai level rekor yang pernah dicapai pada 2008.

"Saya prediksi harga akan menyentuh US$150 per ton dalam waktu dekat ini," ujar Dileep.

Dia menambahkan dengan kenaikan harga yang terjadi sepanjang tahun lalu, Bumi akan membukukan kenaikan laba bersih 2010 sebesar 50%. Hal itu didorong oleh kenaikan volume penjualan sebanyak 3%, kenaikan harga dan kenaikan margin masing-masing 11,5%.

Head of Research Recapital Securities Pardomuan Sihombing mengatakan kenaikan laba bersih Bumi pada 2010 sebesar 50% itu mungkin saja karena didukung melonjaknya harga batu bara. Dia memperkirakan sepanjang  2011 harga kembali naik, seiring dengan peningkatan permintaan dunia dan gangguan iklim.

"Sehingga direkomendasikan untuk mengakumulasi saham-saham di sektor komoditas khususnya pertambangan dan perkebunan. Namun, akibat sentimen inflasi yang tinggi direkomendasikan untuk strategi trading jangka pendek," tutur Pardomuan.

Analis Pasar Modal dari Wanaartha Ketut Tri Bayuna mengatakan harga batu bara berpotensi meningkat (bullish) dari tiga sisi, yaitu hedging (lindung nilai) atas ancaman inflasi domestik dan global, banjir di Australian, dan pemulihan ekonomi. (esu)/www.bisnis.com