Ponsel seluruh direksi BUMN disadap

Jumat, 28 Januari 2011 | 09:25


Kementerian BUMN menyadap telepon seluler milik seluruh direksi BUMN untuk memberantas praktik korupsi.Kementerian BUMN menyadap telepon seluler milik seluruh direksi BUMN untuk memberantas praktik korupsi.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan pada tahun ini dia mencanangkan program bebas korupsi dan suap di lingkungan BUMN. Dia meminta agar direksi BUMN tidak memberikan lagi tantiem  (bonus) kepada staf BUMN karena itu merupakan bentuk gratifikasi.

“Saya harap tahun ini tidak ada lagi tantiem  dari direksi yang mengalir ke Kementerian BUMN  termasuk kebawahan saya, para deputi,” kata Mustafa disela-sela penandatanganan kerja sama antara PT BRI Tbk dengan PT Angkasa Pura II, di Tangerang, Banten, hari ini.

Mustafa menambahkan untuk mencegah praktik suap, Kementerian sudah menyadap seluruh aktivitas telepon dan pesan singkat (SMS) milik direksi di 142 BUMN. “Jangan coba-coba, pasti akan ketahuan karena semua SMS dan telepon terpantau,” kata dia

Bahkan Mustafa menyatakan Kementerian BUMN dapat mengetahui apabila direksi BUMN tersebut melakukan komunikasi dengan nomor telepon seluler lain. “Pak Sofyan ganti nomor kita juga tahu,” kata Mustafa merujuk pada Direktur Utama BRI Sofyan Basir yang juga hadir pada kesempatan yang sama

Mustafa juga akan mengancam akan memberikan sanksi tegas apabila ada praktik korupsi yang ketahuan.

Seperti telah diketahui penyelenggara negara dilarang menerima pemberian yang bertentangan dengan jabatannya atau sering disebut sebagai gratifikasi. Hal ini diatur dalam Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (api) /Donald Banjarnahor