Sucofindo Ditunjuk Sebagai Lembaga Sertifikasi Produk dan Laboratorium Penguji

Rabu, 10 November 2010 | 13:53


SUCOFINDO ditunjuk Kementerian Perindustrian sebagai Lembaga Sertifikasi Produk dan Laboratorium Penguji atas sejumlah produk industri.
SUCOFINDO ditunjuk Kementerian Perindustrian sebagai Lembaga Sertifikasi Produk dan Laboratorium Penguji atas sejumlah produk industri.

 Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 109/M-IND/PER/10/2010 tentang Penunjukan Lembaga Penilai Kesesuaian Dalam rangka Pemberlakuan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Atas 58 (lima puluh delapan) Produk Industri Secara Wajib,

SUCOFINDO sebagai Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan Laboratorium Penguji atas sejumlah produk yang telah diakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) ditunjuk untuk melakukan sertifikasi atas 26 produk serta pengujian untuk 21 produk (Laboratorium Cibitung), 7 produk (Laboratorium Surabaya) dan 6 produk (Laboratorium Medan).

“Penunjukan ini merupakan kepercayaan dan sekaligus pengakuan Pemerintah terhadap SUCOFINDO sebagai LSPro dan Laboratorium Penguji untuk melaksanakan sertifikasi maupun pengujian atas sejumlah produk yang termasuk ke dalam SNI Wajib,” ungkap Arief Safari, Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) di Jakarta.

Keduapuluh enam produk SNI Wajib itu di antaranya meliputi lampu pijar, lampu swa-ballast, kaca pengaman, semen, baja tulangan, tepung terigu, gula Kristal rafinasi, kompor gas 1 tungku, pupuk, baterai primer, sepatu pengaman dari kulit, air minum dalam kemasan (AMDK), kabel, pompa air listrik, setrika listrik dan audio video-televisi CRT.

Sementara produk yang dapat diujikan di laboratorium SUCOFINDO Cibitung meliputi antara lain lampu swa-ballast, baja lembaran lapis seng, tepung terigu, gula Kristal rafinasi, kompor gas 1 tungku, pupuk, air minum dalam kemasan (AMDK), kabel, korek api gas, pompa air listrik, setrika listrik dan audio video-televisi CRT.

“Saat ini laboratorium SUCOFINDO di Surabaya dan Medan terus dikembangkan agar kelengkapannya dapat menyamai laboratorium kami yang berada di Cibitung. Dengan pengembangan ini diharapkan dapat mendekatkan dan memenuhi kebutuhan kalangan industri dalam melakukan pengujian produknya,” lanjut Arief.

SUCOFINDO sebagai perusahaan yang memiliki core business di bidang inspeksi dan pengujian  telah berdiri sejak tahun 1956 dan sekarang memiliki 55 titik layanan dan 28 laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia. Khusus di bidang jasa sertifikasi dan pengujian produk, sebelumnya KAN  telah mengakreditasi SUCOFINDO sebagai LSPro  dan Laboratorium Penguji untuk melakukan sertifikasi dan pengujian atas 160 standar produk.
 
Selain itu, LSPro dan Laboratorium Penguji SUCOFINDO juga telah diakui oleh “International Electrotechnical Comission” (IEC) -suatu komite internasional untuk bidang kelistrikan-  masuk ke dalam CB Scheme, sehingga sertifikat dan laporan pengujiannya untuk produk-produk listrik diakui dan diterima secara internasional.  Sertifikat CB Scheme ini dapat digunakan untuk memasuki pasar negara-negara lain yang juga anggota IEC. Saat ini terdapat lebih dari 55 negara yang bernaung di bawah IEC.

Lebih lanjut Arief mengatakan, “Saya yakin SUCOFINDO dapat melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat membantu memperlancar upaya Pemerintah dalam melaksanakan pemberlakuan dan pengawasan atas 58 produk industri yang SNI-nya telah diberlakukan secara wajib”. [ ]