Berita Terkini
Share on Facebook

           

           

Thu, 31 January 2013 09:50:35 +0700
Sucofindo Siap Digabung dengan Surveyor Indonesia

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Arief Safari mengaku siap melakukan merger dengan PT Surveyor Indonesia (SI). Namun, Sucofindo menyebut pihaknya belum mendapat pemberitahuan resmi dari Kementerian BUMN.

 

"Tentu sebagai perusahaan, kita akan mendukung keputusan pemegang saham, karena ini merupakan satu langkah dari stakeholder action bukan corporate action," ucap Arief, saat ditemui di Graha Sucofindo, Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Bila telah mendapat pemberitahuan resmi dari Kementerian BUMN, pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti proses merger dengan SI.

"Kalau sudah diberitahukan secara formal, kami akan menindaklanjutinya sebagai corporate action lebih lanjut. Kami juga baru tahu dari media, jadi belum ada pemberitahuan formal bahwa akan dilakukan merger antara Sucofindo dengan Surveyor Indonesia," paparnya.

Arief menjelaskan, saat ini, Sucofindo mengandalkan lima kelompok jasa yang bergerak di bidang inspeksi dan audit, pengujian dan analisa, sertifikasi, konsultan dan pelatihan. Beberapa perusahaan yang telah bekerjasama dengan Sucofindo seperti PT Freeport Indonesia, PT Berau Coal Tbk, PT Bukit Asam Tbk, Pertamina EP, BP Tangguh dan lainnya.

"Layanan yang tersedia mulai dari laboratorium pengujian, kalibrasi, konsultasi hingga pelatihan," tambah Arief.

Selain telah mendapatkan serifikasi dari Lembaga Internasional, Sucofindo juga telah memperoleh sertifikat halal dari PBNU.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN menargetkan proses merger dua perusahaan jasa konsultasi milik pemerintah, yakni Surveyor Indonesia dan Sucofindo rampung pada akhir tahun ini.

Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengemukakan, penggabungan dua BUMN tersebut ditujukan untuk meraih peluang pasar yang lebih bagus. Proses merger tersebut akan dimulai akhir Maret mendatang,

"Pada akhir tahun ini akan ada penggabungan dua BUMN jasa surveyor, yaitu Sucofindo dan Surveyor Indonesia. Penggabungan itu dilakukan untuk meraih peluang pasar yang lebih bagus," ujar Gatot beberapa waktu lalu. (gnm)

oleh Hendra Kusuma -
sumber http://economy.okezone.com