Berita Terkini
Share on Facebook

           

           

Wed, 17 October 2012 10:05:33 +0700
Pabrik Rotan Setengah Jadi Gulung Tikar

Tiga pabrik rotan setengah jadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tutup karena terkena dampak penghentian ekspor. Seiring ditutupnya ekspor sejak 2012 itu, penyerapan rotan di tingkat petani juga menurun drastis.

 

Menurut Ketua Perhimpunan Masyarakat Petani, Pekerja, dan Pengumpul Rotan Kabupaten Kotawaringin Timur Dahlan Ismail saat dihubungi dari Palangkaraya, Jumat (5/10/2012), sebelum ekspor distop, terdapat tiga pabrik rotan setengah jadi di Kotawaringin Timur.

"Sekarang sudah tutup semua. Usaha seolah dimatikan akibat penutupan keran ekspor rotan setengah jadi dan asalan," ujar Dahlan.

Penghentian ekspor rotan juga menyebabkan tingkat penyerapan rotan petani menurun tajam. Saat ini, di tempat Dahlan, di Kelurahan Kotabesi Hilir, Kecamatan Kotabesi, Kotawaringin Timur, misalnya, hanya 25 ton rotan yang bisa diserap per minggu.

Sebelum ekspor dihentikan, jumlah itu lebih dari 100 ton per minggu. Mereka yang menggantungkan hidup dari rotan bertahan dengan memelihara tanaman itu tanpa bantuan pemerintah. Sebelum ekspor dihentikan, pemerintah menyampaikan solusi untuk para petani dengan rencana penyerapan rotan.

Komoditas itu akan dijadikan mebel untuk sekolah-sekolah di Indonesia yang hendak direnovasi. Menurut Dahlan, rencana itu belum dilaksanakan. Sudah 10 bulan ekspor distop tetapi semua solusi mulai penyerapan rotan untuk sekolah, resi gudang, hingga membangun industri tak direalisasikan, katanya.


Penulis : Dwi Bayu Radius
sumber http://regional.kompas.com