Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mempermasalahkan penetapan bea keluar minyak sawit mentah (CPO) karena akan memukul industri hulu kelapa sawit.
Pengurus Gapki Susanto mengatakan pemerintah beralasan bea keluar CPO untuk membangun infrastruktur industri kelapa sawit.
"Pemerintah menyebutkan ada tiga alasan penerapan BK, yakni untuk normalisasi harga, mendorong industri, dan menjaga lingkungan. Permasalahannya selisih antara BK CPO dan produk turunannya terlalu jauh, sekitar 8%-10%," ujarnya di sela-sela pelantikan Gapki, Selasa (19/6/2012).
Dia mengatakan kondisi ini akan merangsang perpindahan pelaku industri hulu ke industri hilir. Dampaknya, pasokan produk industri hilir menjadi terlalu banyak.
"Filosofi bea keluar itu awalnya bukan untuk pendapatan negara, tetapi sekarang pemerintah menjadikan BK sebagai income," ujarnya.
Susanto mengatakan, bea keluar tak bisa memberikan manfaat bagi industri, tetapi justru menurunkan daya saing industri. (bas)
Oleh Roberto Purba
sumber http://www.bisnis.com






