Berita Terkini
Share on Facebook

         

         

Fri, 03 February 2012 07:35:20 +0700
PERUM BULOG: Dahlan Minta Perbesar Peran Komersial

Pemerintah mendorong Perum Bulog untuk meningkatkan peran komersial untuk mengembangkan bisnis perusahaan BUMN itu.

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan Bulog harus meningkatkan porsi bisnis komersial.

“Bulog harus didorong memperbesar bidang usaha komersil karena kalau public service obligation (PSO) saja bisa semakin lemah,” ujarnya, seusai usai rapat kerja nasional Perum Bulog, Kamis 2 Februari 2012.

Saat ini Bulog menjalankan 90% PSO, sedangkan kegiatan komersial baru sekitar 10%. Sebagai perusahaan, bidang usaha komersial pada  masa mendatang harus lebih banyak. Sebaliknya, perusahaan harus mampu mengurangi tugas pelayanan publik secara perlahan, sehingga perusahaan bisa mendapatkan keuntungan.

Menurut dia, BUMN penyangga pangan itu bisa melakukan banyak hal untuk mengembangkan usaha komersial seperti resi gudang.

Namun, sambungnya, pada tahun ini Bulog masih fokus menangani beras dan gula. Hal itu  agar mampu menangani kedua komoditas itu dengan optimal.

Sebelumnya, pemerintah mewacanakan agar Bulog menangani komoditas pangan lainnya, seperti minyak goreng,mimyak sawit, kedelai, dan komoditas lainnya. “Lebih baik satu atau dua komoditas, tetapi sukses. Jangan semua dilimpahkan kepada satu BUMN karena nanti tidak terurus."

Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso menjelaskan kendati Bulog memiliki fungsi komersial, pihaknya tidak berupaya mencari keuntungan sebesar-besarnya, karena juga harus menjalankan fungsi sebagai stabilisator harga.

Menurut dia, petani tidak boleh lagi menjual gabah dan beras di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Sementara itu,  konsumen tidak boleh membeli beras dan gabah dengan harga yang tidak wajar. “Semua cara sedang dilakukan. Nantinya, PSO dan komersial akan dimainkan untuk kepentingan nasional ” katanya.

Untuk mengembangkan usaha komersial, pihaknya bisa melakukan banyak cara, diantaranya memanfaatkan unit pengolahan gabah dan beras (UPGB) Bulog, menyerap beras dan gabah  langsung ke kelompok tani, dan fasilitas resi gudang.

Dia mengungkapkan mulai tahun ini resi gudang dapat dilakukan di gudang Bulog. Namun, Bulog belum menentukan porsi kegiatan komersial dan kegiatan pelayanan publik yang akan digarap perusahaan itu, karena kedua kegiatan itu saling mengisi.

Dia mencontohkan pada saat produksi beras defisit selama 6 bulan, seperti saat ini ketika harga mencapai lebih dari Rp6.000 per kg, Bulog dapat menyalurkan beras non PSO, sehingga harga bisa mengikuti pasar.(bas)

Oleh Sepudin Zuhri
Sumber http://www.bisnis.com/articles/perum-bulog-dahlan-minta-perbesar-peran-komersial