Artikel
Share on Facebook

           

           

Tue, 20 June 2017 09:29:56 +0700
Kita Butuh Superteam, Bukan Superman

 


Kesendirian apapun bentuknya cenderung menghasilkan suatu kelemahan, ketidakmampuan, keterasingan dan bahkan membawa kehancuran. Setiap individu pasti memiliki sisi lemah dan sisi kuatnya. Namun kita sering mempersoalkan kelemahan orang lain dan terlalu sombong dengan kekuatan diri sendiri.

Di masa lalu, banyak manajer yang menganggap karyawannya hanya merupakan salah satu alat atau mesin perusahaan. Tidak seorang pun dari mereka yang beranggapan bahwa para karyawan  tersebut dapat memikirkan suatu ide baik atau memberikan kontribusi lebih dari apa yang ditugaskan kepada mereka.

Sebagai contoh jika seorang manajer (atasan) membuat suatu keputusan, maka tugas karyawan adalah untuk mengerjakan tugas tersebut dengan baik, tanpa mempedulikan apakah keputusan tersebut benar atau salah. Para karyawan tidak diberi kesempatan untuk memberikan umpan  balik atas keputusan tersebut. Terlebih lagi dengan adanya struktur organisasi yang formal dan birokrasi yang ketat.

Perubahan terjadi pada saat ini dimana persaingan usaha tumbuh dengan pesat. Para konsumen menuntut produk yang berkualitas tinggi. Di samping itu banyak bermunculan perusahaan-perusahaan dengan produk yang sama. Salah satu kunci sukses dari keunggulan dalam persaingan adalah perusahaan yang dapat memiliki tenaga kerja yang produktif, berkualitas dan bekerja dengan efektif.

Perusahaan mulai mencari bentuk kerja yang dapat menghasilkan kerja yang produktif, efektif dan berkualitas. Salah satu bentuk kerja tersebut adalah  bekerja dalam tim (teamwork). Tim sendiri dapat diartikan sebagai kumpulan orang yang terdiri dari 2 orang atau lebih dimana memiliki tujuan dan kepentingan bersama, saling bekerjasama dan berhubungan serta memiliki rasa ikut bertanggung jawab dan saling bergantung satu sama lain.

Menciptakan tim yang efektif bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan, tapi bukan berarti hal tersebut mustahil. Dimana dalam pembentukan suatu tim yang super harus melewati beberapa tahapan proses yaitu tahap pembentukan (forming), tahap konflik (storming), tahap kohesif (norming) dan terakhir tahap produktif (performing).

Agar menjadi tim yang menguntungkan perusahaan karena bekerja efektif, maka suatu tim harus memiliki beberapa karakteristik seperti:

1)Memiliki tujuan dan sasaran yang jelas atas dasar komitmen bersama. Semua anggota tim mengerti dan menyetujui tujuan dan sasaran tim dan mereka mau bekerja sama untuk memenuhi hal tersebut.
2)Pembagian peran kepemimpinan. Anggota tim saling berbagi peran dalam kepemimpinan. Sebagai contoh : kepemimpinan tim di setiap fase proyek akan didelegasikan kepada anggota yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang itu. Sehingga fungsi kepemimpinan di dalam tim dilihat dari kompentensi seseorang, bukan berasal dari titel, otoritas dan senioritas.
3)Keterbukaan dan saling mempercayai antar anggota tim. Semua anggota mendapatkan informasi yang sama dari akses yang sama pula serta dapat berkomunikasi dengan lancar dan jelas. Anggota tim bebas untuk mengeluarkan ide-idenya. Eksperimen dan kreativitas selalu digiatkan, dimana anggota lainnya wajib untuk menolong anggota bersangkutan, jika memang ide tersebut logis dan berguna.
4)Keragaman latar belakang anggota tim memberi warna kepada tim. Semakin besar keragaman yang ada (keahlian, pengetahuan dan pengalaman) akan semakin banyak tugas-tugas yang dapat ditangani.
5)Anggota tim selalu mendukung keputusan, prosedur dan pengawasan yang dibuat bersama-sama. Mereka memahami peran, tanggung jawab dan keterbatasan otoritas masing-masing.
6)Konflik yang terjadi diselesaikan  dengan jalan konsensus, bersifat konstruktif dan menerapkan pendekatan menang-menang (win-win approach).
7)Tim dapat mengelola peningkatan penghargaan individu (individual self esteem).
8)Kegiatan tim tidak hanya berfokus pada hasil tetapi juga pada pada proses dan isi. Tim harus selalu mengevaluasi fungsi dan proses yang sudah dilakukan secara reguler.
9)Tim memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan dengan baik.
10)Kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan dengan baik (para atasan, tim lain dan lingkungan perusahaan)

Jika semua anggota tim telah memiliki semua karakteristik seperti disebutkan diatas, sebuah tim tetap masih membutuhkan peran pemimpin yang kuat dan bijaksana. Peran pemimpin tidak hanya sekedar memberi contoh dan memotivasi anggota tim, tetapi juga memberikan umpan balik yang efektif dan untuk memelihara soft skill yang dibutuhkan (seperti yang dijabarkan diatas).

Peran pemimpin pun menjadi lebih penting karena dia adalah orang yang bertanggung jawab untuk mempekerjakan orang yang tepat, mendorong komunikasi yang baik dan memastikan anggota tim berbagi cerita yang sama.

Dan pada akhirnya, sebuah tim yang solid akan bertahan dalam ujian waktu. Mereka akan tetap bersama-sama menghadapi kendala yang muncul. Mereka juga akan tahu bagaimana merayakan prestasi dan bagaimana menyesuaikan kembali usaha mereka setelah mengalami kegagalan. (ar)